Kamis, 31 Desember 2015

PROBLEMATIKA IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013

                                  

PROBLEMATIKA IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013
               Implementasi kurikulum 2013 yang dilakukan M.Nuh  (mantan Mendikbud)  memang sudah menjadi polemik masyarakat sehigga penghentian pelaksanaan Kurikulum 2013 oleh Menteri Kebudayaan dan Pendidikan Dasar dan Menengah Anies Baswedan ini menjadi kebijakan.Karena  penerapan Kurikulum 2013 saat ini terlalu berat dan  sangat merugikan seluruh siswa di Indonesia, orangtua murid, dan para guru. semuanya terlalu cepat. Kurikulum 2013 disusun oleh tim di akhir 2012. Kemudian awal 2013, diterapkan di 3 persen jumlah sekolah di Indonesia. Lalu 2014, diterapkan di 218 ribu sekolah  sehingga hal ini membuat kurikulum kembali ke KTSP 2006.
Tapi  M Nuh mengatakan bahwa kembalinya penetapan Kurikulum 2006 atau KTSP itu justru mengacu pada kemunduran pendidikan Indonesia. Ia menganggap secara substansi penetapan tersebut belum tentu lebih baik. Selain itu, M Nuh juga memaparkan bahwa nantinya jika kebijakan Menteri Anies diterapkan akan membutuhkan waktu adaptasi lebih lama karena para pengajar juga harus diberi pelatihan dan sosialisasi. Dia menyayangkan hal tersebut karena para orangtua harus membeli buku KTSP baru padahal buku Kurikulum 2013 sudah digratiskan. 
Sebagai jalan keluar, Anies mengatakan sekolah yang belum siap menerapkan kurikulum baru tersebut akan kembali ke Kurikulum 2006 mulai semester genap nanti .Kita beri kelonggaran untuk sekolah yang mau tetap melanjutkan sambil kita evaluasi juga.Kemudian buku yang sudah dicetak, disimpan di sekolah, kemudian kalau kita lakukan ini dengan baik, nanti Insya Allah ketika kita jalankan lagi bisa kita manfaatkan lagi. 






Tidak ada komentar:

Posting Komentar